Garis pantai kita sedang memanggil. Di Makassar, ancaman abrasi, naiknya permukaan air laut, dan gunungan sampah plastik adalah realitas yang mengikis masa depan pesisir. Ini bukan hanya soal hilangnya hamparan pasir atau pohon, tetapi tentang keberlangsungan hidup komunitas pesisir, keamanan ekologis kota, dan warisan alam untuk anak cucu kita. Tantangan ini terlalu besar untuk ditanggung sendirian, namun cerita dari Teluk Untia membuktikan bahwa harapan itu nyata dan bisa diwujudkan bersama.
Penanaman 7.000 mangrove itu adalah simbol yang sangat kuat. Ia menunjukkan bahwa ketika korporasi seperti PNM dan BRINS menyumbangkan sumber daya, yayasan seperti Buttaporea memberikan ilmu, pemerintah dan TNI/Polri menyediakan dukungan, serta warga lokal—termasuk ibu-ibu pemberdayaan ekonomi—merawat dengan tangan mereka sendiri, maka terciptalah sebuah kekuatan kolaborasi yang mengubah lanskap. Kuncinya ada pada 'rasa memiliki'. Mangrove-mangrove itu dijaga seperti rumah sendiri karena masyarakat dilibatkan sejak awal, dari perencanaan hingga penanaman. Ini membuktikan bahwa restorasi alam bukan sekadar proyek satu hari, tetapi adalah proses membangun komitmen kolektif jangka panjang.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Kisah sukses ini adalah peta jalan untuk kita semua. Setiap komunitas dan relawan bisa menjadi penghubung yang mempertemukan berbagai pihak. Mulailah dengan mengidentifikasi kawasan pesisir terdekat yang membutuhkan pertolongan. Kemudian, jalin komunikasi: ajak perusahaan dengan program Tanggung Jawab Sosial (TJSL), gandeng yayasan lingkungan untuk pendampingan teknis, dan libatkan pemerintah daerah serta kelompok warga setempat. Ingat, aksi penanaman harus dibarengi dengan rencana pemantauan, penyulaman bibit yang mati, dan aksi bersih sampah plastik secara rutin. Setiap tangan yang terlibat, sekecil apapun, memberi dampak nyata.
Mari jadikan inspirasi dari Makassar ini sebagai pemantik gerakan kita. Laut dan pantai adalah warisan bersama yang membutuhkan penjaga dari berbagai lapisan. Kamu memiliki peran kunci—baik sebagai individu, bagian komunitas, atau profesional. Mari bertemu, berdiskusi, dan menyusun langkah nyata. Bersama, kita bisa mengubah kepasifan menjadi aksi, dan mengubah kekhawatiran menjadi harapan. Kolaborasi adalah jawabannya. Ayo, mulai dari garis pantai terdekatmu, dan tuliskan cerita pemulihan berikutnya!